Anatomi Perusahaan Rekaman
Sistem pengelolaan di banyak perusahaan rekaman berlabel besar dilakukan dengan pembagian divisi menjadi beberapa departemen yang berbeda. Dimana setiap departemen memegang tanggung jawabnya masing-masing namun tetap dalam satu tujuan yang sama yaitu untuk memajukan musik di pasaran juga agar musik dapat dinikmati oleh para penikmat musik.
Departemen-departemen ini menjalankan bisnis dengan memegang peranannya masing-masing yang pada akhirnya secara keseluruhan mereka harus dapat berinteraksi satu sama lain sehingga nantinya membawa kesuksesan bagi perusahaan itu sendiri.
Di bawah ini adalah petunjuk sistem kerja dari perusahaan rekaman berlabel besar. (Sebagai catatan, sebuah rekaman musik baru dalam bentuk CD di dalam artikel ini diasumsikan sebagai produk, mengingat pembahasan ini adalah mengenai hal bisnis).
Pada posisi puncak perusahaan rekaman biasanya dikepalai oleh seorang Chief Operating Officer atau Chief Executive Officer (CEO). Dia adalah orang yang mengetahui secara keseluruhan proses aktifitas pada sebuah perusahaan label dan juga merupakan orang yang bertanggung jawab dalam menerima laporan divisi dari masing-masing cabang perusahaan yang berdiri di negara lain. Seorang CEO dituntut untuk menerapkan kebijakan perusahaan dan menguasai kegiatan operasi perusahaan sehari-hari sesuai dengan kebijakan yang berlaku di wilayah tertentu (baca:Negara), misalnya di US, Britain atau negara lain dimana anak perusahaan itu berada. Kecuali, anda adalah seorang Eric Clapton atau Sting, anda tidak akan pernah berkompromi dalam hal apapun.
Perluasan otoritas seorang CEO di bawahi oleh seorang vice president dan senior vice president. Dimana masing-masing dari mereka mengepalai departemen yang menjalankan otoritas secara legal. Departemen tersebut melakukan pengembangan dalam beberapa hal, antara lain:
- A & R
A&R adalah singkatan dari istilah yang diciptakan pada tahun 1940-an, yaitu Artist and Repertoire. Orang-orang yang berkecimpung di A&R adalah orang-orang yang bertugas untuk mencari bibit baru dalam bidang musik, baik yang amatir maupun yang baru akan terjun dalam dunia rekaman. Orang-orang A&R ini akan terlibat lebih jauh lagi dengan sang artis. Mereka berperan sebagai penghubung antara artis dengan pihak label dan juga sebagai penasehat pihak label yang berfungsi dalam memberikan masukan serta saran dalam hal penentuan jenis musik dan imej bagi calon artis tersebut. Tugas mereka meliputi: mendengarkan demo lagu, menghubungkan artis dengan produser yang tepat, serta memberi kritik dan saran untuk setiap penampilan sang artis di atas panggung (on stage).
- Sales and Marketing
Terdiri dari orang-orang yang bertugas untuk memasarkan produk kepada para penjual dan distributor. Beberapa orang dari departemen penjualan akan lebih memfokuskan diri untuk meraup omset yang semaksimal mungkin, sedangkan sebagian lagi mungkin akan lebih mengarah dalam hal negosiasi dengan para pemilik outlet toko kaset. Departemen pemasaran berusaha untuk bagaimana caranya agar produk yang mereka jual dapat diketahui luas oleh khalayak ramai, yaitu para penikmat musik. Misalnya dengan melalui iklan, promosi, pemasangan poster-poster ditoko kaset dan pemajangan kaset-kaset di outlet musik dengan posisi yang strategis untuk dilihat para pengunjung outlet. Departemen Sales and Marketing ini juga harus senantiasa mengikuti perkembangan tangga lagu di radio serta memastikan atas ketersediaan produk mereka (baca:kaset dan CD) di pasaran.
- PromosiDepartemen promosi memegang peranan penting dalam memperkenalkan produk baru dari sebuah perusahaan label. Salah satu caranya yaitu melalui pemutaran lagu baru di radio. Seringkali tugas di departemen promosi ini sudah terbagi menurut jenis lagunya masing-masing; ada yang khusus menangani lagu pop, rock, country maupun R&B sesuai dengan keberagaman jenis lagu yang dipegang oleh label tersebut. Departemen promosi ini juga mewakili perusahaan label pada saat artisnya melakukan tur promosi. Tentu saja mereka tidak bekerja sendiri melainkan harus berkoordinasi juga dengan departemen sales dan marketing untuk menentukan media dan cara yang paling efektif dalam proses promosi tersebut.
- PublisitasPara pekerja di departemen publikasi bersentuhan langsung dengan media. Mereka harus mencari tahu kapan waktu yang tepat untuk melakukan peluncuran album serta pelaksanaan serangkaian tur promosi. Mereka bertanggung jawab dalam pelaksanaan wawancara, pembahasan materi album dan latar belakang dari artis mereka. Departemen publikasi ini juga bertugas untuk bisa melibatkan artis mereka dalam ajang musik bergengsi, baik di radio maupun televisi.
- VideoSesuai dengan namanya, maka departemen video ini menangani secara langsung dalam pembuatan video klip, termasuk perencanaan anggaran produksi dan ide kreatif dimana biasanya melibatkan sutradara dari luar pihak label. Departemen video juga bertanggung jawab dalam pendistribusian video klip ke acara-acara musik di televisi, seperti MTV, VH-1 dan The Box, juga pendistribusian video klip ke outlet-outlet musik.
- DistribusiPerusahaan label rekaman besar, yaitu WEA, MCA, BMG, Universal Music, CEMA dan SONY; biasanya membawahi belasan perusahaan label berskala kecil yang terikat dalam suatu organisasi induk di jaringan distribusi. Terkait dengan sistem pendistribusian maka penyimpanan produk di pusatkan di tengah kota untuk menjamin kemudahan distribusi produk ke outlet-outlet musik.
- ArtDepartemen ini bertanggung jawab atas segala hal yang berkaitan dengan imej visual, misalnya proses desain cover album, logo perusahaan, pembuatan iklan, perancangan poster dan sebagainya.
- LegalMerupakan tim yang terdiri dari para pengacara perusahaan. Dimana nantinya mereka bertugas untuk mengurus segala macam hal yang berkaitan dengan rancangan kontrak musik dan melakukan negosiasi dengan para manajer dan pengacara sang artis.
- Akunting and AdministrasiSeperti di kebanyakan perusahaan pada umumnya, departemen ini mengurusi penyimpanan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan transaksi keuangan perusahaan sehari-hari serta termasuk juga didalamnya pelaksanaan proses penggajian para karyawan. (Lee Zimmerman)