Major vs Indie
Bayangkan cerita ini. Anda adalah pentolan band yang sedang populer di kota/propinsi anda, memproduksi sendiri album perdana serta terjual sekitar 5000 kopi selain itu juga diputar di radio-radio setempat. Memadati setiap tampil di klub, kemudian datang promotor yang meminta band anda untuk membuka show band-band besar mereka. Dengan kata lain, anda cukup membuat gempar sehingga menarik perhatian perusahaan-perusahaan rekaman. Anda telah unjuk gigi paling tidak untuk beberapa A&R (Artist & Repertoire) dan penawaran mulai berdatangan. Anda dan rekan band anda yang lain menempuk pundak masing-masing meyakinkan bahwa ketenaran & popularitas sudah di depan mata.
Kini saatnya untuk menentukan pilihan. Dengan sekian banyak perusahaan rekaman yang menawarkan kontrak, yang mana yang akan anda pilih ? .. anda ingin bergabung dengan perusahaan besar seperti; Sony, Capitol atau MCA. Tapi dilain sisi perusahaan rekaman indie menjanjikan anda untuk dapat berkarya sebebasnya. Mana yg anda pilih ?
Perusahaan rekaman besar (Major) terlihat menarik dari luar, terlebih bila anda mempertimbangkan sisi elit dari penawaran mereka. Terpenting lagi Major label memiliki jaringan yang luas; distribusi yang menjamin rekaman anda tersedia di toko, sales & marketing yang mempromosikan album anda sampai ke pelosok negeri, promo album, publikasi; radio, majalah & media lainnya. Invest biaya cukup besar untuk rekaman namun makin besar revenue pada saat anda berhasil menjadi superstar.
Pilihan yang mudah bukan ? .. hmm, tunggu dulu. Banyaknya rekaman yang harus diproduksi oleh Major label seperti WEA atau PolyGram ( Universal Music ) juga menimbulkan kompetisi dalam Major label itu sendiri. Kebayakan major label memiliki jadwal release dan produksi album yang sangat padat. Siapa bilang mereka akan me-release album anda sama pentingnya dengan album band superstar pada saat yang bersamaan ? bila mereka sedang memproduksi Tom Petty atau Pearl Jam, siapa yang anda pikir akan maju dan siapa yang akan tersisih ?.
“Pertanyaan pertama yang saya ajukan saat menandatangani kontrak rekaman adalah seperti apa prioritas untuk saya dan berapa lama“ tukas Bill Lucas, koordinator regional marketing untuk A&M/PolyGram ( Universal Music ). “Kecuali anda mendapat komitmen pasti dalam marketing & promosi, kemungkinan besar anda akan gagal terabaikan.
Jadi mana yang lebih baik; ikan kecil di kolam besar atau ikan besar di kolam kecil ? label yang lebih kecil lebih memungkinkan untuk berhubungan langsung dengan orang penting seperti produser. Lebih sedikit naungan akan lebih terasa kekeluargaan dimana setiap orang saling mengenal dan berinteraksi sebagai team. Makin dekat hubungan maka makin erat komitmen yang terjalin. Adapun makin kecil biaya produksi, indie label tidak memaksakan untuk mendapat revenue milyaran. Mereka berani menghadapi resiko pasar karena tidak mengharapkan untuk menjual dalam jumlah banyak. Ini akan berdampak pada kebebasan berkarya sang artis. Tuntutan berlaku sebaliknya pada major label terhada artis/band muka baru. Kenyatannya banyak indie label seperti CMC, Futurist/Mayhem, Rounder, Rykodisc, Pyramid, Viccroy & Watermelon beberapa diantaranya telah sukses mengorbitkan artis/band baru, terlebih pada event tertentu. Alhasil, indie label juga banyak berpengaruh pada industri secara keseluruhan.
Di sisi yang lain, indie label menemukan keterbatasan ketika berhadapan dengan major label di pasaran. Karena indie label memiliki keterbatasan sumberdaya dan biaya sehingga tidak sanggup berpromosi seperti major label, umumnya mereka beroperasional dengan staf yang terbatas dan honorer. Para marketer hanya tertarik untuk bertahan dalam hitungan minggu, karena penjualan pun tidak terlalu melunjak karena keterbatasan promosi tadi.
Bagaimanapunjuga, ada faktor lain yang perlu dipertimbangkan. Bayangkan tentang ciri musik. Contohnya, bila anda fokus pada hard-core atau death-metal, anda lebih baik bernaung dibawah Earache atau Metal Blade; bila banyak menonjolkan gitar, mungkin lebih cocok Leviathan, Legato atau Sharpnel; bila merakyat, jazz atau pop umumnya anda bisa perhatikan label seperti Green Linnet, Flying Fish atau Rounder. Banyak label yang khusus spesialisasi pada jenis musik tertentu dan biasanya label tersebut loyal serta selalu mengikuti perkembangan jenis musik tersebut.
Sangat mudah terbuai dalam kegembiraan saat mendapatkan kontrak rekaman. Selanjutnya anda akan berada dalam situasi bisnis yang dapat sangat mempengaruhi musik dan dompet anda. Pelajari dan kenali sedalam mungkin setiap major atau indie label yang manawarkan anda; artis apa yang mereka naungi, dimana sesuksesan and kegagalan mereka, dukungan seperti apa yang akan mereka berikan kepada pendatang baru, bagaimana mereka berhubungan dengan artis .. dll.
Perlu diingat, dalam segala aspek kehidupan, adalah bijaksana untuk menghindari keputusan yang semata-mata berdasarkan ukuran. (Lee Zimmerman)